Home / Hukum & Kriminal

Rabu, 14 Juli 2021 - 14:40 WIB

Pengerjaan Proyek Diduga Syarat Dikorupsi Dan Asal Jadi PAC-PP Pundu pidada Meninta Aparat Penegak hukum Periksa Rekanan

BANDARLAMPUNG-(lintasindonesiaone.com) Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC-PP) Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, mengkritik pekerjaan proyek Irigasi Way Sebelanga Cekiri di Desa Bawang, Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran yang terkesan asal jadi.

Proyek yang masuk dalam Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) tahun anggaran (TA) 2021 milik Dinas PU-PR ini Dinilai sangat ancur-acuran.

Pasalnya Proyek renovasi bendungan dan aliran irigasi tersebut syarat masalah dan korupsi. “Bagaimana kami tidak menduga syarat akan korupsi, mereka membangun hanya dinding talud yang sudah ada hanya dipecah-pecahkan saja, bahkan mereka ngaduk tidak menggunakan alat molen,” ujar Ketua ketua PAC PP Kecamatan Punduh Pidada Yudi Indrawan, Rabu (14/07/2021).

Menurut yudhi proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Sebelanga Cekiri (IPDMIP) milik Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran tahun 2021 yang di kerjakan oleh CV. Nusa Emas dengan nilai Rp2.258.160.000,00 Miliar tersebut, dari pemakaian besi cor-cor-an menggunakan besi campur ukuran 10-9 di duga tidak sesuai spek yang ada.

“Mereka cuma meneruskan pembangunan yang sudah ada. Ya kalau pakai mesin molen, adukan semen akan lebih maksimal. Semula bendungan itu sudah dibagun sekitar 2018 saat ini hanya renovasi, mereka tidak membangun dari 0 tapi renovasi dan kami nilai tidak maksimal. Lihat saja kalau tidak percaya, bisa di cek ke lokasi, makanya kami minta aparat penegak hukum baik Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Inspektur bisa turun ke lapangan melihat kondisi proyek,” ungkapnya.

Baca Juga  DPRD Menggelar Sidang Paripurna Dalam Rangka Pengumuman Berakhirnya Masa Jabatan Walikota dan Wakil Walikota

“Kami sebagai putra daerah marga Pidana, hanya menginginkan pembangunan di daerah kami dilakukan dengan baik, tidak asal jadi dan pengerjaan proyek tidak sembrono, kami ingin kampung kami baik, apa lagi ini kan untuk aliran irigasi Pesawahan, nanti belum waktunya sudah rusak, kan sayang uang negara di hambur-hamburkan. Kami juga minta pihak Dinas PU jangan buru-buru mau FHO, pengawas lihat dan cek betul volume pekerjaan, apakah sesuai dengan nilai sebanyak Rp2 M,” tegasnya.

Sebelumnya juga, kata Yudi, proyek tersebut tanpa adanya plang papan nama proyek. Namun, belakangan lantaran di kritisi sudah terpasang. Salain itu, ada masalah lain yang akan dikoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Pesawaran, karena berdasarkan aturan adanya proyek irigasi, harus melibatkan seluruh anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang ada di Daerah Irigasi (DI) setempat.

“Ada juga dugaan bahwa P3A yang ada di Daerah Irigasi (DI) setempat tidak dilbatkan, mereka tidak tau menau terkait adanya Surat Perjanjian kerjasama (KSO) dengan pihak kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut,” paparnya.

Baca Juga  Di duga proyek di Dispora Kota Bandar Lampung di Korupsi, LSM L@PAKK unjuk rasa di kantor Kejati Lampung.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengumpulan data-data di lapangan untuk bahan laporan kepada pihak terkait untuk dilanjutkan ke Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Lampung. “Jangan sampai apa yang dilakukan pihak kontraktor bisa merugikan uang negara terutama merugikan masyarakat di Kecamatan Punduh Pedada, lataran kualitas proyek yang terkesan amburadul dan buruk. Niat kami bukan mencari kesalahan, akan tetapi kami ingin agar siapapun kontraktor yang mengerjakan proyek di Kecamatan Punduh Pedada bisa melaksanakan sesuai aturan yang ada dan sesuai spesifikasi pengerjaan proyek,” tandasnya.

Di lain sisi, pihak Dinas PU PR Pesawaran, ketika dikonfirmasi Pengawas PPK Sudiono, mengatakan jika proyek sudah sesuai sfek dikerjakan. “Setau saya sih pekerjaan bagus tapi langsung ke Pak sanca ya bang konfirmasinya soalnya dia PPK-nya yang berhubungan langsung dengan kerjaan,” kata dia.

Dikonfirmasi juga Sanca PPK Dinas PU PR Setempat mengaku berterimakasih atas laporan yang diberikan dan ini akan jadi bahan masukan ke depannya. “Terimakasih atas keburukannya dan nanti akan saya laporkan ke atasan saya,” kata dia singkat.

Namun sayang, dari pihak kontrator Junaidi Hasan yang dikonfirmasi lewat pesan WA tidak menjawab pesan konfirmasi yang dikirim. (rls/Jal)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Jelang Deklarasi, Tim Relawan PRABU Targetkan H-1 Selesai 100 Persen

Hukum & Kriminal

Pemeriksaan Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) Di Laboratorium Diduga Di Korupsi

Hukum & Kriminal

Gamapela Meminta Penegak Hukum Usut Dugaan Praktik Pungutan liar di Dinas DPMPTSP Kabupaten Tanggamus

Hukum & Kriminal

LSM Gamapela Melaporkan Dugaan Pungutan liar di DPMPTSP Kabupaten Tanggamus

Hukum & Kriminal

DPMPTSP Tanggamus di Duga Lakukan Pungutan Liar Dalam Pembuatan Izin

Hukum & Kriminal

Berdasarkan Temuan BPK ,. Kejati Diminta Berani Usut Dugaan Korupsi di BMBK, BPBD dan RSUDAM

Hukum & Kriminal

Diduga Mantan Pengurus GP Ansor Pusat Atur Pengondisian Proyek Di kanwil kemenag, Forwakum Minta Usut Tuntas

Hukum & Kriminal

Terkait Dugaan Penyebaraan Berita Bohong oleh FA , Yusdianto Percayakan Kepada Polisi