Home / Hukum & Kriminal

Jumat, 8 Oktober 2021 - 16:15 WIB

Belum Juga Selesai Proyek, Rigid Beton Kebun Raya Itera Senilai Rp 16 Miliar Sudah Pada Retak Dan Akan Dibongkar

Bandar Lampung-(lintasindonesiaone.com)- Pengawas Kegiatan pembangunan Kebun Raya Itera berupa jalan rigid beton yang dikerjakan PT. Kreasindo Putra Bangsa berjanji memerintahkan pihak pelaksana membongkar area pekerjaan yang rusak parah.

Diketahui proyek pembangunan Kebun Raya Itera berupa jalan rigid beton yang dikerjakan PT. Kreasindo Putra Bangsa dengan nilai Rp 16 miliar anggaran APBN tahun 2021 diduga berantakan, dan tidak sesuai spek.

Pasalnya berdasarkan fakta di lapangan kondisi rigid beton sudah retak-retak dan pecah padahal proyek rigid sepanjang 1.576 meter belum pernah dilalui kendaraan.

Mirisnya sisi kiri kanan bahu jalan tidak memakai tulangan besi, sehingga kondisinya sudah rusak.

“”Kita akan segera koordinasi dengan pelaksana untuk memerintahkan membongkar dan memperbaiki lokasi-lokasi jalan yang rusak,” kata Konsultan Pengawas Kegiatan Bambang kepada wartawan, Jumat 8 Oktober 2021

Baca Juga  Dugaan Kasus Penahanan Seorang Sopir Ekspedisi Kini Memasuki Babak Baru

Menurut Bambang Senin depan pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaksana dan mengecek lokasi mana saja yang akan diperbaiki. “Jika memang parah kita akan minta diperbaiki. Sebenarnya yang rusak dan patah itu karena ada coran baru dan lama,” dalihnya.

Sementara Ketua Gerakan Masyarakat Pemantau Pembangunan Lampung (Gamapela) Tony Bakrie menyayangkan proyek rigid Beton di komplek Itera dengan anggaran miliaran rupiah dikerjakan asal-asalan dan merugikan masyarakat

“Kami sayangkan kerjaan rigid beton dikerjakan asal-asal. Bagaimana bisa jalan yang belum diserahterimakan kondisinya rusak dan retak-retak hampir di sepanjang proyek rigid. Artinya patut diduga kerjaan itu tidak sesuai spek dan dikerjakan asal-asalan, dan pengawasan tidak berjalan dengan benar,” tandas Tony Bakrie, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga  Tak kapok Terkena OTT KPK Kini Pejabat PUPR Mesuji Berulah Lagi

Tony meminta penegak hukum turun membuktikannya. “Dari kasat mata saja sudah kelihatan kerjaan itu dibuat asal-asalan. Penegak hukum harus turun usut tuntas, jalan itu harus dibongkar kami yakin itu tidak sesuai spek,” tegas Tony

Pekerjaan rigid beton di Kebun Raya Itera yang dikerjakan PT. Kreasindo Putra Bangsa dengan alamat di Jl. Akcaya II RT.003/ RW.002 Kel. Tanjung Puri Kec. Sintang kabupaten Kab. Sintang Kalimantan Barat.

Pekerjaan ini memiliki panjang sekitar 1.576 meter dengan lebar 7 meter dengan waktu pekerjaan selama 187 hari. (Jal)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Rehab Pembangunan Gedung Akademik Fakulas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung diduga Di Korupsi ! APH Di Minta Turun Kelapangan

Hukum & Kriminal

Dit Polairut Polda Lampung Gagalkan Penjual Belian 6.800 Benih Lobster Secara Ilegal

Hukum & Kriminal

Berdasarkan Temuan BPK ,. Kejati Diminta Berani Usut Dugaan Korupsi di BMBK, BPBD dan RSUDAM

Hukum & Kriminal

Proyek Dasar Baju Guru Se Tanggamus Diduga Dikerjakan Orang Dekat Bupati Berkolusi dengan Oknum Pejabat Disdik

Hukum & Kriminal

Ketum DPP InfoSOS Junaidi Farhan Memenuhi Panggilan Penyidik polda Lmapung

Hukum & Kriminal

Ali Kuku Dikabarkan Di Periksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi Danah Hibah Koni

Hukum & Kriminal

Dugaan korupsi Pekerjaan Infrastruktur Pembangunan Jalan Rigid Beton di kampus ITTERA Kabupaten Lampung Selatan,. GERAM Segera Lapor Ke KPK

Hukum & Kriminal

DPRD Lampung Tengah Mengapriasi Ditreskrimun Polda Lampung tetapkan Rusliyanto dengan pasal berlapis