Bandar Lampung-(lintasindonesiaone.com)-Rehab Pembangunan Gedung Akademik Fakulas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung diduga karut marut.
Pasalnya proyek senilai 1,6 M dengan sumber dana Badan Layanan Umum (BLU) tahun Anggaran 2021 pekerjannya diduga serampangan.

Berdasarkan investigasi wartawan pekerjaan yang dikerjakan CV. Tuah Amor diduga pekerjannya banyak yang tidak sesuai spek.
Meski pekerjaan sudah selesai, faktanya di lokasi masih ada pekerja yang melakukan pekerjaan, dan banyak material berserakan.

Dari penelusuran wartawan di lapangan sejumlah pekerjaan diduga banyak yang hanya tambal sulam.
Contohnya pekerjaan pada pemasangan plapond yang diduga dikerjakan asal-asalan dan ada yang tidak diganti karena hanya dicat.

Kemudian pada pekerjaan kusen-kusen jendala, kayunya diduga kuat tidak diganti yang baru tapi hanya dicat saja.
Mirisnya proyek yang sudah selesai diserahterimakan dan telah diresmikan mantan Rektor UIN Raden Intan Prof Mukri tersebut pada awal Januari 2022 ternyata masih ada pekerjaan yang belum selesai
Berdasarkan informasi yang didapat, karut marutnya proyek diduga kuat karena adanya setoran proyek yang dikelola langsung orang dalam UIN Raden Intan.
“Wajar aja pak proyeknya kacau balau, karena dari awal sudah ada setoran, dikelola pak (DRS) dia pihak swasta yang menggelola paket-paket proyek di UIN Raden Intan.
Makanya rehab gedung Ushuluddin itu jadi kacau balau,” ujar salahsatu sumber yang minta namanya dirahasiakan.
Menurut sumber tersebut nyaris semua poryek di UIN Raden Intan ada setoran. “Sudah biasa pak semua proyek di UIN setor semua, kecuali preman dia gak setor, makanya laporin aja ke Penegak hukum, proyek di sana semua kacau balau,” pungkasnya.
Sementara Pihak UIN Raden Intan yang dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Administrasi dan Umum Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian UIN Raden Intan Lampung Puji Raharjo belum merespon.
Termasuk mantan Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Mukri dan DRS yang diduga kuat penggelola proyek-proyek di UIN. (JL)



