Home / Kabar Lampung

Jumat, 15 April 2022 - 16:21 WIB

Pengunaan Dana Bos Untuk Estrakurikuler SMAN 1 Terbangi Besar Dipertanyakan Publik

LampungTengah–(lintasindonesiaone.com)- Polemik proposal enam Atlet Taekwondo di SMAN 1 Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah, tak kunjung berkesudahan.

Sampai saat ini enam orang tua siswa Atlet Taekwondo SMAN 1 Terbanggibesar, masih menunggu sikap kepala sekolah untuk menyelesaikan adanya miskomunikasi terkait pengajuan proposal

Salah satu orang tua siswa kepada awak media mengatakan Kepala SMAN 1 Terbanggibesar, Haryono pernah menghubunginya via televon menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya miskomunikasi tersebut

Dan pihak sekolah menyatakan akan menemui perwakilan orang tua siswa untuk duduk bersama menyelesaikan perihal itu.

“Beliau (Kepala SMAN 1 Terbanggibesar) mengatakan akan bersilaturahmi. Tapi sampai saat ini kepala sekolah belum menemui kami. Alasannya sedang ada bimtek di luar daerah,” kata salah satu orang tua siswa yang mengaku dihubungi Haryono pada 1 April 2022 malam.

Menurut salah satu orang tua siswa, ada kejanggalan yang terjadi. Di mana, sepengetahuan dia, bimtek yang diikuti kepsek dilaksanakan dari tanggal 5 sampai 8 April 2022 tersebut

Baca Juga  Rehab Pembangunan Gedung Akademik Fakulas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung diduga Di Korupsi ! APH Di Minta Turun Kelapangan

“Tapi mengapa Pak Haryono mengatakan tentang urusan Waka Kesiswaan ( Bapak Agus) serta staf yang menangani tentang proposal tersebut ( Bapak Norman) itu urusan saya yang membina dan menasihati kata haryono via televon terhadap orang tua siswa

Sebab agak janggal sepengetahuan kami bimtek tersebut dilaksanakan tanggal 5 s/d 8 april 2022, mengapa saudara haryono sudah berada di semarang sejak 1 April 2022

Lalu pada tangal 2 April 2022 Haryono mengutus sejumlah orang menemui pelatih taekwondo untuk bernegosiasi agar masalah ini dingin dan lomba kejuaraan bisa atas nama sekolah.

Namun kata dia, pelatih mengaku sudah tidak bisa lagi karena pelaksanaan lomba telah dilaksanakan dan para siswa sudah mengikuti kejuaraan atas biaya pribadi masing

Orangtua siswa tersebut mengatakan Kepala SMAN 1 Terbanggi Besar Bapak Haryono didugha mengabaikan masalah ini.

Baca Juga  Subdit V Ditrimsus Polda Lampung kembali Melanjutkan Penyelidikan Dugaan Penyebaran Berita Bohong Dengan Terlapor Feni Ardila

“Kami Menduga ada kerjasama dalam pemanfaatan dana ekstra kurikuler yang memang itu adalah hak para siswa-siswa ada di sekolah tersebut. Apalagi murid -murid merupakan aset dan mempunyai potensi, karena sering menjuarai kejuaraan di tingkat daerah maupun nasional tersebut,” ujarnya

Sementara Lembaga Kebijkan Publik Lap@kk Lampung Nova Handara mempertanyakan Dana Bos sekolah yang dialokasikan untuk kegiatan sekolah dan serapannya untuk dana kegiatan ekstrakurkuler.

“ini menjadi Ironis siswa berprestasi tidak didukung pihak sekolah alasan miskomonikasi kenapa jauh hari tidak dicarikan jalan keluarnya. Jangan sudah ramai baru ada tindakan. Makanya kami minta kadisdik Provinsi Lampung Bapak Sulpakar dan Inspektorat turun mengavaluasi kinerja kepala sekolah,” kata dia geram

Sementara pihak wartawan yang mencoba mengkonfirmmasi Kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Terbanggi Besar Haryono belum direspon. (lrs)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Jeep Willys Eks Perang Dunia II Jadi Magnet Warga di Festival Kendaraan Hias HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

Kabar Lampung

Surya, Ketua Koperasi Marsuki Ragil Teken MoU Kerja Sama Program MBG pada Pengukuhan APPMBGI Lampung

Kabar Lampung

Unit Reskrim Polsek Simpang Pematang Berhasil Bekuk Spesialis Tabung Gas LPG

Kabar Lampung

Komisi II DPRD Bandar Lampung Dorong Optimalisasi PAD dari Pelelangan Ikan

Kabar Lampung

Bandar Lampung Pecahkan Rekor MURI Lewat Jalan Sehat Disabilitas Terbanyak*

Kabar Lampung

DPRD Bandar Lampung Tindaklanjuti Gaji Petugas Kebersihan yang Belum Dibayar

Kabar Lampung

Terbitnya WIUP 2 Perusahaan Tambang di Kabupaten Pringsewu Diduga Ada Penyalahgunaan Wewenang Pejabat Pemrov

Kabar Lampung

Pansus P4GN DPRD Kota Bandar Lampung Kunjungi BNN RI Bahas Soal Raperda P4GN