Bandarlampung (lintasindonesiaone.com) – Akan digelarnya tender proyek 15 infrastruktur jalan di Lampung senilai 800 miliar, pengamat pembangunan Lampung Doni Barata ingatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung waspada akan kartel-kartel (mafia) proyek.
Menurut Doni yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPEKSINDO) Lampung, mafia proyek sudah sangat menggurita di Lampung, sehingga panitia pelaksana tender perlu mengantisipasi hal itu.
“Jangan sampai ada tekanan lah dari kartel-kartel (mafia) proyek, karena saya dengar mereka sudah menggurita dilampung ini, sehingga proyek itu diatur oleh mereka”, Kata Doni Barata saat kepada lintasindonesiaone.com, Minggu (9/7/2023).
Dia berharap, tender proyek 15 infrastruktur jalan di Lampung jangan diatur oleh kartel-kartel (mafia) mafia proyek serta tidak ada kongkalikong hingga kecurangan dalam proyek tersebut.
“biarkan saja murni sehingga panitia/balai bisa memilih kontraktor yang berkompeten dibidangnya masing-masing, jadi jangan sampai ada kejadian pemenang proyek kantor tidak jelas”, ucapnya.
Selain itu, mengamati proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Universitas Lampung (Unila) lanjutan yang akan segera dilelang, Doni berharap Pihak Universitas sebagai barometer pendidikan di Lampung agar tidak bermain-main dalam proyek tersebut.
“Sebagai mantan Gubernur BEM Unila saya berharap proyek ini bersih, sehingga rumah sakit ini bisa dilaksanakan, saya kira tidak sulit-sulit amat melaksanakan rumah sakit ini karena dia bukan teknologi yang tinggi”, tandanya. (ido)










