Bandar Lampung- (Lintasindonesiaone.com)-Di tengah kondisi wali murid yang susah karena kondisi perekonomian sedang menurun kini para orang tua khususnya SMAN 9 Bandar Lampung harus putar otak.
Pasalnya mereka dipaksa menyiapkan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) selama tiga tahun dengan total Rp12,6 juta.
Setiap bulan SPP di sekolah milik Pemerintah Provinsi Lampung mencapai Rp350 ribu.
Menurut pengakuan beberapa wali murid bahwa mereka diwajibkan melunasi SPP selama tiga tahun oleh pihak sekolah.
“Kami para orangtua di kirim pesan pribadi lewat Whatsapp pada Januari 2022. Awalnya diminta kumpul di aula. baik anak IPA dan IPS. Lalu kami dipanggil satu persatu dan dijelaskan rincian biaya dan boleh dicicil hingga bulan April sebagai syarat mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan syarat kelulusan,” ungkap salahstu orangtua siswa, Sabtu 19 Februari 2022
Menurut dia, SPP tersebut harus dibayar hingga Juli 2022. dan para orangtua diminta tandatangan biaya yang dikenakan, namun tidak diperkenankan untuk difoto.
Menyikapi ini LSM Gamapela Lampung Tonny Bakrie menyayangkan tindakan kepal sekolah SMAN 9 Bandar Lampung yang masih melakukan pungutan kepada sisw dengan dalih SPP, yang nilainya sangat fantastis dan cukup memberatkan.
“Kita menyayangkan harusnya uang SPP dan semuanya itu dihapuskan. Percuma masih ada BOS. Kalau memang sudah ada kesepakatan soal SPP sebaiknya dikurangi sehingga tidak memberatkan orangtua. Apalagi sudah dua tahun ini tidak ada KBM,,” kata Tonny Bakri
Menurut Tonny, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan kepala dinas Pendidikan lampung Sulpakar harus bersikap untuk menegur Kepala SMAN 9. “Gubernur dan kadis Sulpakar harus bersikap, soal ini. Jangan diam saja,” pungkasnya. (Jal)



