BANDAR LAMPUNG – Rencana Pemerintah Kota Bandar Lampung membangun perumahan bebas banjir khusus ASN mendapat sorotan dari DPRD Kota Bandar Lampung karena informasi resmi terkait program ini belum disampaikan secara jelas.
Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengaku belum menerima penjelasan valid soal lokasi maupun teknis pelaksanaan program.
“Secara umum saya belum mendapatkan informasi yang valid, baik soal lokasi maupun kegiatan pendukung dari program perumahan tersebut,” kata Agus, Senin (12/01/2026).
Agus menyebut informasi awal rencana perumahan itu diduga terkait dengan program pemerintah pusat, yaitu program tiga juta rumah, namun masih perlu klarifikasi lebih lanjut.
“Apakah perumahannya untuk ASN, masyarakat umum, atau bahkan TNI-Polri, itu masih perlu saya dalami lagi secara detail,” tambahnya.
Konsep Positif, Tapi Perlu Terpadu
Meski informasi resmi belum jelas, Agus menilai konsep perumahan ramah lingkungan dan bebas banjir merupakan gagasan positif bagi kota yang kerap terdampak hujan deras.
Ia menegaskan bahwa konsep ini seharusnya diterapkan secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada satu proyek atau kelompok tertentu.
“Konsep ini seharusnya diterapkan secara keseluruhan, bukan hanya untuk satu rencana program saja. Penanganan banjir harus menyentuh kawasan permukiman masyarakat secara umum,” tegas Agus.
Agus menambahkan, pembangunan perumahan bebas banjir bagi ASN pada prinsipnya tidak bermasalah, asalkan tetap mengedepankan kepentingan seluruh masyarakat.
“Menurut saya fine-fine saja, selama konsep penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh warga,” pungkasnya.









