BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mempercepat perbaikan jalan di bawah rel kereta api kawasan Hanoman. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap pengecoran, disertai pembangunan saluran penampungan air untuk mengatasi genangan yang selama ini kerap terjadi saat hujan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Rayahu R. Warganegara, mengatakan proses pengecoran jalan sedang berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hari hingga beton mencapai kekuatan optimal.
“Ya, ini langsung kita cor. Perkiraan pengerjaan 20 hari sampai cor benar-benar siap. Kita juga langsung bergerak membuat saluran air,” ujar Rayahu kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, pembangunan saluran penampungan air dilakukan lebih dahulu agar aliran air dapat tertata dengan baik dan tidak mengganggu proses pengerjaan jalan.
“Saluran dibuat lebih dulu supaya aliran air tidak meluber ke mana-mana sesuai arahan Wali Kota Bunda Eva. Jadi proses pengerjaan tidak ada lagi kendala,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, meninjau langsung progres perbaikan jalan di kawasan Hanoman pada Senin (29/6/2026). Dalam peninjauan tersebut, Eva meminta agar pekerjaan dipercepat mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur dengan tingkat lalu lintas yang padat dan sering mengalami genangan saat hujan.
“Jadi ini 15 sentimeter ke bawah, dua-duanya ya? Kerjanya jangan lama. Kalau bisa siang malam biar cepat selesai,” ujar Eva.
Selain perbaikan jalan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga membangun saluran penampungan air di lokasi tersebut sebagai upaya mengurangi genangan dan meningkatkan sistem drainase kawasan.
“Nanti kita buat saluran air untuk penampungan sehingga air tidak lari ke mana-mana,” tegasnya.
Pemkot Bandar Lampung berharap perbaikan jalan dan pembangunan sistem drainase ini dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, sekaligus menjadi solusi jangka panjang terhadap permasalahan genangan di kawasan Hanoman.











