Home / Hukum & Kriminal

Minggu, 24 April 2022 - 15:57 WIB

Ketua Lap@kk ,. kami Akan Lapor ke Dinas Pendidikan Dan Inspektorat Provinsi Lampung

Bandar Lampung-(lintasindonesiaone.com)-Lembaga Kebijakan Publik Lap@kk Lampung buka suara terkait karut marutnya pengajuan proposal Taekwondo di SMAN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah masih menuai sorotan.

Menurut Ketua Lap@kk Nova Handara mengatakan pihaknya mempertanyakan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kegiatan Estrakurikuler, di SMAN 1 Terbanggi Besar.

“Kita mempertanyan berapa besar dana BOS SMAN 1 Terbanggi, mengapa untuk kegiatan sekolah dana kegiatan ekstrakurkuler, tidak didukung dengan alasan misskomonikasi, ini sungguh Ironis,” ungkap Nova melalui rilisnya, Minggu 24 April 2022

Untuk itu kata dia pihaknya dari Lap@kk Provinsi Lampung, akan melaporkan persolan tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung serta Inspektorat Provinsi Lampung, agar semua permasalahan ini terang benderang

Baca Juga  Gamapela Apresiasi kinerja Kejati Untuk Bongkar Aktor Dugaan Korupsi Dana Hibah Koni

“Kita secepatnya akan laporkan masalah ini ke disdik provinsi, dan juga akan kita laporkan ke komisi V Lima DPRD Provinsi Lampung yang membidangi msalah pendidikan,” tegasnya

Dia menjelaskan sampai saat ini belum ada pertemuan antara pihak sekolah Smunsa 1 Terbangi Besar Lampung Tengah untuk membahas permasalahan penolakan Pengajuan Proposal Taekwondo.

“Beberapa waktu lalu Kepala Sekolah SMANSA 1 Haryono pernah berkomunikasi dengan salah satu orang tua siswa. Haryono berencana mengundang ortu siswa membahas permasalahan ini. Pada dasarnya orang tua siswa siap. Tetapi mereka meminta kepsek jangan mengundang ortu siswa yang mengajukan proposal taekwondo saja, tapi undang seluruh siswa dan orangtua yang mengajukan proposal itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Gamapela Dukung Provinsi Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXII By Ony 18 Nov 2021, 15:42:27 WIB RUWA JURAI

Kemudian kata dia, seluruh ketua ekstra kulikuler olahraga ada di SMUNSA 1 Terbanggi besar, Ketua OSIS Smunsa 1 Terbanggi Besar, dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, serta Inspektorat Provinsi Lampung, dan media harus diundang.

Dia menjelaskan dengan diundangnya semua pihak maka permasalahan tidak berlarut dan semua bisa transfaran termasuk terhadap penggunaan anggaran. Tapi sampai dengan saat ini Haryono sebagai kepala sekolah terkesan cuek dan masa bodoh, dia angap persoalan ini sepele maka dibiarkan saja,” pungkasnya

Sementara Haryono selaku Kepala Sekola Smunsa 1 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah sudah konfirmasi oleh awak media namun belum direspon. (JL)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Di duga proyek di Dispora Kota Bandar Lampung di Korupsi, LSM L@PAKK unjuk rasa di kantor Kejati Lampung.

Hukum & Kriminal

LSM PAKP Laporkan Dugaan Korupsi Dana Bos Ke Kejaksaan Tinggi Lampung

Hukum & Kriminal

Ali Kuku Dikabarkan Di Periksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi Danah Hibah Koni

Hukum & Kriminal

Dit Polairut Polda Lampung Gagalkan Penjual Belian 6.800 Benih Lobster Secara Ilegal

Hukum & Kriminal

Gamapela Minta Penegak Hukum Segera Tangkap Aktor-Aktor Yang Terlibat Korupsi Dana Hibah KONI

Hukum & Kriminal

Gamapela Apresiasi kinerja Kejati Untuk Bongkar Aktor Dugaan Korupsi Dana Hibah Koni

Hukum & Kriminal

Rehab Pembangunan Gedung Akademik Fakulas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung diduga Di Korupsi ! APH Di Minta Turun Kelapangan

Hukum & Kriminal

Diduga Kerap Muncul Kegaduhan Dalam Kepemimpinannya Gamapela Minta Jabatan Juanda Naim Di Evaluasi