Bandar Lampung-(lintasindonesiaone.com)- Sebanyak 34 orang kordinator perwakilan buruh bongkar muat pelabuhan panjang Bandar Lampung mengikuti rapat bersama dengan Koprasi TKBM Pelabuhan Panjang terkait keseragaman tarif harga bongkar muat, Selasa (29/6), di Swiss BallHotel Bandar lampung.
Dalam rapat tersebut ketua koprasi TKBM Panjang Agus Sujatma Surnada, menjelaskan, perlunya rapat ini dilakukan agar dapat mendapatkan kesepakatan dan keseragaman upah buruh bongkar muat perkomoditi, jenis barang volume barang masing-masing dimana selama ini anggota TKBM tidak sama dalam item pembayaran tersebut karna di dalam tersebut ada beberapa hal yang tidak di ikuti secara aturan.

“Seperti koperasi SPTI dan APBMI telah sepakat setiap ada kenaikan upah di buat kesepakatan jika W itu harus di setorkan kepada rekening koprasi TKBM, dan kemarin mereka sudah sepakat akan kembali menyetorkan WHIK itu ke rekening koperasi TKBM,” Jelasnya.
Menurutnya, dalam hal ini ada beberapa yang menyalahi aturan termasuk dari perusahaanpun, seperti tidak mengikuti secara aturan penakaian jasa kepada PBM, dan bahwa setiap volume itu berbeda.
“Hal ini seolah-olah di buat seperti kontraktor yang di tenderkan dimana upah yang termurah penawaran dari PBM akan di tunjuk dan akhirnya akan berdampak pada anggota TKBM yang dirugikan. Maka dari itu dari kesepakatan ini nanti kami akan berkordinasi dengan APBMI dan parah pengawas dan juga perwakilan dari perusahaan agar secara prosudur hukum harus di taati dan membayar secara aturan setiap volumenya , jika memang ini tidak berjalan maka kami koprasi TKBM panjang akan menyerahkan ke avokasi kami untuk di bawa kerana hukum,” ujar agus.

Sementara itu Ketua SPTI, Rozali, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kerjasama antara koperasi dengan SPTI, “saya merasa bangga kepada kordinator-kordinator yang hari ini kumpul dan insallah mereka akan bangkit dengan kita, apa yang tadi utarakan oleh ketua TKBM Panjang antar APBMI dengan koprasi ini dijalankanlah kesepakatan itu berdasarkan UUD KM 35 maka dari itu kami sangat mengharapkan ini nanti apa bilah sudah berjalaan kenaikan upahnya nanti dan upah WHIK ini sudah masuk ke rekening koprasi , rozali juga meminta kepada para kordinator untuk tidak ada lagi dusta antara kita terkait upah,” Pungkasnya.
Terpisah, Mumuk, salah seorang perwakilan dari kordinator buruh mengatakan bahwah mereka sangat mendukung kesepakatan tersebut dimana mereka sangat berterimakasih kepada ketua TKBM karna telah membantu dalam kesepakatan kenaikan upah sehingga dapat meningkatkan penghasilan parah buruh natinya.(jal)










