Bandar Lampung-Buruh Gudang air mineral Aqua, areal pemasaran Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) di PT Metro Pratama Logistik, beralamat di jalan bypass Soekarno Hatta, memprihatinkan.
Pasalnya, para buruh yang berjumlah 8 orang sangat berpenghasilan rendah, sehingga melanggar aturan dan kententuan yang ada. Hal ini berlaku sejak adanya peralihan manajemen pengelolaan tanaga bongkar muat di gudang Gudang Gunung Semeru Sejahtera (GSS).
Demikian, diungkapkan salah seorang buruh setempat Ryn, di gudang GSS, Senin (08/02/2021). “Kami ini mau ngadu kemana lagi, penghasilan kami ini sangat minim, dulu kami bisa bawa pulang uang sekitar Rp1,5 jutaan per dua minggu, sekarang ini hanya Rp500 ribuan, ini karena kami hanya dibayar seharga Rp200 rupiah per dus, dulu bisa 240 rupiah, saat ini juga kami hanya muat, bongkar tidak kami,” ujarnya.
Dikatakan dia, jika buruh bongkar muat tersebut yang terkena dampak yang sangat dtrasris, semenjak pekerjaanya digantikan oleh pihak lain yang informasinya dikelola aparat. “Karena tugas kami saat ini hanya bongkar saja, tidak melakukan bongkar muat. Biasanya pendapatan kami Rp1,5 juta, saat ini hanya Rp500 ribu per bulannya,” keluhnya.
“Kalau seperti ini, anak dan istri saya mau makan apa, saya minta kebijakannya, kembalikan saja seperti semula yakni pengelolaan bongkar muat kepada buruh,”ucapnya.
Hal senada pun disampaikan, tenaga bongkar muat lainnya, YN, ia mengatakan selama ini dirinya menjadi tulang punggung keluarga.
“Kalau saat ini, pendapatan harian saya turun drastis, saya kesusahan untuk mendapatkan uang. Kalau aparat kan sudah ada gaji dari pemerintah, kami ini hanya rakyat yang cari makan, kami tidak cari kaya, kasianilah kami, ini adalah priuk kami para buruh, anak istri kami nantinya mau makan apa,” kata dia lirih.
Ia pun mengatakan, keadaan seperti ini, bisa saja mengancam buruh-buruh yang lain, agar dikurangi tugasnya. “Yang lain juga ketakutan, akan nasibnya seperti kami,” tandasnya.
dikonfirmasi soal peralihan tersebut managemen PT Metro Pratama Logistic, gudang air mineral Aqua tersebut enggan menjelaskan dan bahkan ia mengaku jika semua peralihan susah jadi kewenangan manajemen di Jakarta. “Nggak tau saya pak, kalau saya yang menjelaskan saya hanya bawahan dan bukan wewenang saya. Saya baru bekerja dirimu dan saya masuk semua sudah ada, saya nggak mau menjawab, kenapa ada peralihan itu, nanti saya yang disalahkan,” ujar manajemen yang belakangan diketahui namanya Habibi.
Bahkan, disinggung, bagaimana dengan upah para buruh yang sangat minim? “Saya tidak mau jawab, itu ada kewenangan dari HRD, saya hanya bekerja disini tidak ada sangkutannya dengan buruh Bongkar muat,” katanya lagi.
Bahkan, Kepala Gudang PT Metro Pratama Logistic, Evry gudang air mineral Aqua, ia menjelaskan, bahwa semua sudah tidak ada masalah dan sudah selesai. “Sudah, tidak ada masalah lagi, masalah buruh ini pun sudah clear dengan HRD di Jakarta,” ucapnya. (Rls/jal)







