Home / Kabar Lampung

Senin, 8 Februari 2021 - 18:59 WIB

Di Duga Pengelolaan Di Ambil Alih Oleh Oknum Aparat 8 Buruh Bongkar Muat Terancam Kelaparan

Bandar Lampung-Buruh Gudang air mineral Aqua, areal pemasaran Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) di PT Metro Pratama Logistik, beralamat di jalan bypass Soekarno Hatta, memprihatinkan.

Pasalnya, para buruh yang berjumlah 8 orang sangat berpenghasilan rendah, sehingga melanggar aturan dan kententuan yang ada. Hal ini berlaku sejak adanya peralihan manajemen pengelolaan tanaga bongkar muat di gudang Gudang Gunung Semeru Sejahtera (GSS).

Demikian, diungkapkan salah seorang buruh setempat Ryn, di gudang GSS, Senin (08/02/2021). “Kami ini mau ngadu kemana lagi, penghasilan kami ini sangat minim, dulu kami bisa bawa pulang uang sekitar Rp1,5 jutaan per dua minggu, sekarang ini hanya Rp500 ribuan, ini karena kami hanya dibayar seharga Rp200 rupiah per dus, dulu bisa 240 rupiah, saat ini juga kami hanya muat, bongkar tidak kami,” ujarnya.

Dikatakan dia, jika buruh bongkar muat tersebut yang terkena dampak yang sangat dtrasris, semenjak pekerjaanya digantikan oleh pihak lain yang informasinya dikelola aparat. “Karena tugas kami saat ini hanya bongkar saja, tidak melakukan bongkar muat. Biasanya pendapatan kami Rp1,5 juta, saat ini hanya Rp500 ribu per bulannya,” keluhnya.
“Kalau seperti ini, anak dan istri saya mau makan apa, saya minta kebijakannya, kembalikan saja seperti semula yakni pengelolaan bongkar muat kepada buruh,”ucapnya.

Baca Juga  Kesenjangan Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas RKPD Lampung 2027

Hal senada pun disampaikan, tenaga bongkar muat lainnya, YN, ia mengatakan selama ini dirinya menjadi tulang punggung keluarga.
“Kalau saat ini, pendapatan harian saya turun drastis, saya kesusahan untuk mendapatkan uang. Kalau aparat kan sudah ada gaji dari pemerintah, kami ini hanya rakyat yang cari makan, kami tidak cari kaya, kasianilah kami, ini adalah priuk kami para buruh, anak istri kami nantinya mau makan apa,” kata dia lirih.

Ia pun mengatakan, keadaan seperti ini, bisa saja mengancam buruh-buruh yang lain, agar dikurangi tugasnya. “Yang lain juga ketakutan, akan nasibnya seperti kami,” tandasnya.

dikonfirmasi soal peralihan tersebut managemen PT Metro Pratama Logistic, gudang air mineral Aqua tersebut enggan menjelaskan dan bahkan ia mengaku jika semua peralihan susah jadi kewenangan manajemen di Jakarta. “Nggak tau saya pak, kalau saya yang menjelaskan saya hanya bawahan dan bukan wewenang saya. Saya baru bekerja dirimu dan saya masuk semua sudah ada, saya nggak mau menjawab, kenapa ada peralihan itu, nanti saya yang disalahkan,” ujar manajemen yang belakangan diketahui namanya Habibi.

Baca Juga  Irigasi Mesuji Senilai Rp97 Miliar Alami Kerusakan Serius

Bahkan, disinggung, bagaimana dengan upah para buruh yang sangat minim? “Saya tidak mau jawab, itu ada kewenangan dari HRD, saya hanya bekerja disini tidak ada sangkutannya dengan buruh Bongkar muat,” katanya lagi.

Bahkan, Kepala Gudang PT Metro Pratama Logistic, Evry gudang air mineral Aqua, ia menjelaskan, bahwa semua sudah tidak ada masalah dan sudah selesai. “Sudah, tidak ada masalah lagi, masalah buruh ini pun sudah clear dengan HRD di Jakarta,” ucapnya. (Rls/jal)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Gileee Anggaran Makan Minum TC Atlet KONI Diduga Jadi Bahan Bancakan Pengurus dan Tidak Ada Kontrak

Kabar Lampung

SPMB 2026/2027 Bandar Lampung Utamakan Usia, SD dan SMP Gunakan Empat Jalur Penerimaan

Kabar Lampung

Pemkot Akan Gencar Lakukan Pembangunan di Kota Bandarlampung

Kabar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Lepas 1.159 Jemaah Calon Haji, Berikan Tali Asih dan Dukungan Operasional

Kabar Lampung

Minyak KITA Langka, Pemkot Bandarlampung Awasi Peredaran Disetiap Pasar

Kabar Lampung

Tekab 308 Presisi Polres Mesuji Bersama Unit Reskrim Polsek Simpang Pematang Berhasil Ungkap Kasus 3 Perkara Curas dan Curanmor

Kabar Lampung

Koprasi TKBM dan F-SPTI Berikan Edukasi Terkait Pungsi Serta Tugas Dari Suvervisi Dan koordinator Agar Tak Tersandung Masalah Hukum Di Kemudia Hari

Kabar Lampung

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan, Gubernur Mirza Tegaskan Penyehatan APBD dan Fokus Infrastruktur