Bandar Lampung-(lintasindonesiaone.com)-Tindakan Kemenag Lampung yang memboking sejumlah kamar di beberapa hotel bintang dan melati di Kota Bandar Lampung yang bertepatan muktamar Nahdlatul Ulama NU) ke 34 pada 23-25 Desember 2021 dinilai janggal
Ketua Strategi Kebijakan Analisa Anggaran Publik (SKAAP) Lampung Andre Arifin mendukung tindakan PWNU Lampung yang meminta penegak Hukum dan KPK melakukan penyelidikan terkait upaya-upaya yang tidak etis yang dilakukan kanwil kemenang Lampung tersebut.
“Kita sangat mendukung upaya PWNU Lampung yang meminta KPK dan penegak hukum melakukan penyelidikan terkait dugaan ‘sabotase’ dalam muktamar NU dengan cara memboking kamar hotel di Bandar Lampung dengan jumlah ratusan kamar,” tegas Andre, Senin 8 November 2021
Menurut Andre memboking kamar dengan jumlah banyak bertepatan pelaksanaan muktamar NU dinilai janggal dan aneh. Apalagi kanwil secara struktural tidak ada hubungan langsung dengan pelaksanaan Muktamar.
Sehingga lanjut dia, tindakan kanwil tersebut bisa diasumsikan macam-macan. “Ini sangat bahaya, apapun alasan dan dalihnya. Bisa saja ini gratifkasi terselubung. Penegak hukum harus turun melakukan penyelidikan,” tegasnya.
Diketahui Wakil Ketua PWNU Lampung Muhammad Irfandi mengungkap adanya fakta Kemenag Lampung yang memboking sejumlah kamar hotel berbintang hingga hotel-hotel biasa di Bandar Lampung bertepatan dengan muktamar NU
Irpandi menyebut tindakan tersebut mengarah sabotase terhadap kegiatan muktamar sehingga mereka memborong hotel yang bertepatan dengan agenda Muktamar
Pasalnya panitia Muktamar bisa kesulitan menyediakan fasilitas kepada para kiai dan para tamu dari penjuru nusantara yang akan menghadiri Muktamar.
Irfandi mengungkap ada sejumlah hotel yang terkonfirmasi dipesan kanwil Kemenag Lampung diantaranya Hotel Amalia 70 kamar, Swissbell 50 kamar, Sheraton 80 kamar, Novotel 80 kamar, Emersia 80 kamar, Springhill 80 kamar, Yuna Hotel 120 kamar,
Kemudian ada juga hotel kecil seperti Tanggo hostel, Nusantara Syariah, dan Hotel BBC di Lampung Tengah.
Terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Djuanda Naim membantah pihaknya melakukan aksi borong kamar hotel menjelang muktamar.
“Enggak benar itu, siapa saya, apa hubungannya dengan saya, intinya saya tidak terlibat soal seperti itu,”ucapnya saat dikonfirmasi
Ia pun meminta pihak NU memperjelas lagi maksud ucapan terkait Kemenang melakukan aksi borong kamar tersebut.
“Coba tanya lagi yang bersangkutan, apakah berbicara seperti itu. Saya tadi sudah berbicara juga dengan dia (Irfandi), saya tegaskan saya tidak ada aksi borong kamar,”katanya (Lan)









