Home / Kabar Lampung

Jumat, 28 November 2025 - 09:52 WIB

Damkarmat Bandarlampung Evakuasi 144 Kasus Penyelamatan Hewan Selama Periode Januari-16 Maret 2025

Selama periode Januari 2025 sampai dengan 16 Maret, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) kota Bandarlampung mengevakuasi 144 kasus penyelamatan hewan.

Kabid Penyelamatan Damkarmat Bandar Lampung, Krisna Laksamana, mengungkapkan hewan liar seperti ular dan sarang tawon menjadi yang paling sering dievakuasi.

“Peningkatan jumlah penyelamatan ini dipengaruhi oleh musim hujan yang menyebabkan banyak satwa keluar dari habitatnya,” katanya, Selasa (18/3/2025).

Sepanjang Januari hingga Maret tahun 2025, Krisna membeberkan penyelamatan hewan liar didominasi oleh ular dan sarang tawon, antara lain;

Januari: 70 kasus (Ular 19, Sarang tawon 28, Biawak 6, Kucing 3, Anjing 1, Burung 1)

Februari: 83 kasus (Ular 29, Sarang tawon 28, Biawak 3, Kucing 1, Burung 1)

Baca Juga  Polres Mesuji Laksanakan Upacara Memperingati Hari Pahlawan Ke-78

Maret (hingga 16 Maret): 33 kasus (Ular 15, Sarang tawon 7, Anjing 1, Kukang 1)

“Maret memang masih berjalan sehingga data masih belum full satu bulan,” bebernya.

Krisna menjelaskan, musim hujan menyebabkan ular, terutama piton, banyak ditemukan di rumah warga. “Ular piton tidak bisa hidup dalam air, jadi mereka mencari tempat kering seperti kamar tidur, lemari, atau garasi,” ujarnya.

Damkarmat juga pernah mengevakuasi ular king cobra sepanjang 2,5 meter serta berbagai jenis ular lainnya, seperti ular kadut dan kobra lokal Sumatera.

Selain ular, sarang tawon juga menjadi masalah utama bagi warga. “Tawon sering bersarang di rumah dan harus segera ditangani karena berbahaya,” tambahnya.

Baca Juga  Smart BRT ITERA Dikembangkan Jadi Transportasi Publik Terintegrasi, Jangkauan Layanan Diusulkan Meluas ke Pusat Kota

Krisna mengungkapkan kendala terbesar adalah lokasi sarang tawon yang sulit dijangkau serta ukuran ular yang cukup besar. “Kami pernah mengevakuasi piton sepanjang 4 meter,” ungkapnya.

Untuk hewan yang dilindungi, Damkarmat bekerja sama dengan pihak terkait untuk pelepasan kembali ke habitat yang lebih aman.

Sementara itu, hewan yang dianggap hama akan diserahkan kepada komunitas pecinta reptil atau dilepas di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hewan liar berbahaya di sekitar rumah agar dapat segera dievakuasi dengan aman,” tuturnya.

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Pelantikan Pejabat Pemprov Lampung, Langkah Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik

Kabar Lampung

Anniversary SSB Bina Bangsa ke 9 dan Pandawa Cup 1 Dinahkodai Bung Hatta

Kabar Lampung

Izin Bermasalah, Thanos KTV dan Mocking Bird Ditutup Sementara

Kabar Lampung

Komisi I DPRD Bandar Lampung Gelar Hearing Bersama Dinas Perizinan, Soroti Penertiban Billboard

Kabar Lampung

Heboh Acara Senam RMD yang di Laksanakan di Wayhalim Permai dan di dampingi Oleh Bernas Yuniarta

Kabar Lampung

Dispar Ajak Investor Kembangkan Wisata Bandar Lampung, Wahana Modern Direncanakan di Batu Putu dan Kali Akar

Kabar Lampung

Sebanyak 50 Anggota DPRD Bandarlampung Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Kabar Lampung

Panitia Baksos Wartawan dan Gamapela Ucapkan Terimakasih Kepada Pihak-Pihak Yang Sudah Membantu