BANDAR LAMPUNG – DPRD Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang dilaporkan turut dirasakan hingga wilayah Kota Bandar Lampung. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kota Bandar Lampung, Afrizal, dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (7/9/2026). Ia menegaskan, kesiapsiagaan dan ketenangan masyarakat menjadi hal penting dalam menghadapi potensi dampak lanjutan aktivitas gunung api tersebut.
“Atas nama pimpinan DPRD, kami imbau seluruh masyarakat Bandar Lampung agar tidak panik. Tetap tenang dan tingkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Afrizal.
Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah, petugas di lapangan, dan masyarakat. Warga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya serta menjadikan kanal resmi pemerintah sebagai sumber informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Bandar Lampung juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menangani dampak debu vulkanik yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah langkah yang mendapat perhatian antara lain penyiraman jalan untuk mengurangi debu, peliburan sementara kegiatan sekolah, serta penyebaran imbauan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi.
“Penyiraman ruas jalan, meliburkan sekolah sementara, serta aktif memberi informasi ke warga merupakan wujud kehadiran pemerintah saat situasi mendesak,” ujar Afrizal.
Ia menilai, langkah-langkah tersebut merupakan bentuk respons pemerintah dalam mengurangi paparan debu vulkanik dan melindungi masyarakat dari potensi gangguan kesehatan. Selain penanganan di lapangan, penyampaian informasi yang jelas dan transparan juga dinilai penting untuk mencegah keresahan serta menghindari penyebaran kabar yang menyesatkan.
Afrizal turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bandar Lampung beserta jajaran pemerintah kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh petugas yang terlibat langsung dalam penanganan dampak debu vulkanik.
“Kami nilai langkah tersebut sangat positif untuk mengurangi paparan, menjaga keselamatan warga, dan memastikan masyarakat mendapat informasi yang jelas,” katanya.
Meski mengapresiasi langkah pemerintah daerah, DPRD menegaskan bahwa pemantauan dan penanganan dampak erupsi harus terus dilakukan secara terkoordinasi. Kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada respons awal, terutama selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih memerlukan perhatian.
“Kami berharap pemantauan dan penanganan dampak erupsi terus dilakukan secara terkoordinasi,” tegasnya.
DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan instansi berwenang lainnya. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memantau perkembangan kualitas udara, kondisi kesehatan masyarakat, serta berbagai potensi dampak lain yang mungkin timbul.
Masyarakat pun diimbau untuk menjaga kesehatan, memperhatikan arahan petugas, dan segera mencari informasi dari sumber resmi apabila terdapat perkembangan situasi. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak memicu kepanikan.
Dengan dukungan koordinasi lintas instansi, kesiapsiagaan petugas, dan partisipasi masyarakat, DPRD Kota Bandar Lampung berharap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dapat ditangani secara optimal.
DPRD menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait diharapkan terus memperkuat pemantauan, komunikasi publik, dan langkah mitigasi sesuai perkembangan situasi.









