Home / Kabar Lampung

Rabu, 29 September 2021 - 19:53 WIB

PARAH ,. Gaji Honor Belum Di Bayar Pemkot Dan DPRD Malah Renovasi Gedung Senilai Rp 9.9 Miliar

BANDARLAMPUNG- Di saat kondisi keuangan Kota Bandar Lampung yang masih sekarat dan Honorer menjerit karna gaji mereka tiga bulan blm dibayar Serta insentif Rt hampir delapan bulan belum dibayar, pemerintah Kota malah melakukan pemborosan dengan membuat proyek yang tak prioritas yakni kegiatan penyekatan gedung DPRD Kota Bandar Lampung dengan anggaran mencapai hampir 10 miliar rupiah.

Tindakan yang sangat tidak mencerminkan kepedulian dan rasa perihatin dengan keadaan dilakukan pemerintah dan DPRD Kota Bandar Lampung yang terkesan pemborosan uang hal tersebut mendapat kecaman dan sorotan dari berbagai kalangan dan LSM Gamapela.

Melalui Ketuanya Gamapela Lampung Tony Bakrie menilai proyek penyekatan gedung DPRD senilai Rp 9,889 miliar yang dikerjakan CV Batin Alam dengan anggaran ABPD tahun 2021 tersebut sangat tidak pantas dan di luar rasa kemanusian.

“Kita menyayangkan pembangunan yang tidak prioritas malah jadi prioritas, apalagi saat kondisi keuangan pemkot ngos-ngosan dan gaji honor belum dibayar . Sebenarnya proyek penyekatan itu tidak terlalu mendesak harusnya bisa ditunda, kenapa harus dipaksakan ada apa ini?,” kata Tony Bakrie kepada wartawan, Rabu (29/10/2021)

Baca Juga  Dengan Tegas, Nisfu Apriana Membantah Dirinya Terjerat Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.

Belum lagi kata Tony, kondisi wabah pandemi saat ini tidak sepantasnya pemerintah dan DPRD sibuk melakukan pembangunan dan rehab gedung, karena saat ini pemerintah tengah fokus menangani wabah. “Pemerintah dan wakil rakyat kita di Kota itu tidak ada sense of krisis,” imbuhnya.

Apalagi kata dia, DPRD baru saja selesai melakukan pembangunan dan renovasi gedung rapat paripurna dan ruangan fraksi yang menelan anggaran lebih kurang mencapai Rp 15 miliar yang dikerjakan PT Asmi Hidayat di tahun 2021 dengan hasil yang tidak memuaskan.

Pasalnya pembangunan renovasi beberapa pengerjaan proyek belum selesai karena banyak sejumlah ruangan seperti plafon hancur  keramik rusak. “Tahun ini saja sudah 15 miliar digelontorkan untuk pembangunan dan renov gedung DPRD tapi hasilnya cukup memprihatinkan, patut diduga kerjaan itu bisa dibilang setengah hati karena anggaran tidak ada kok sekarang buat proyek lagi,” tegasnya.

Baca Juga  Bunda Eva Hadir untuk Korban Banjir, 521 Keluarga di Tanjung Senang Terima Bantuan

Adanya pekerjaan tersebut kata Tony patut diduga kuat ada unsur pemaksaan dan KKN oleh sejumlah oknum yang ingin mendapatkan  keuntungan. “Patut diduga proyek ini dipaksakan karena oknum-okum yang ingin cari keuntungan. Dan Gamapela sudah mengirim surat ke sekretariat dan Ketua DPRD Kota meminta mereka memberikan penjelasan apalagi kita lihat plang proyeknya juga disembunyikan di atas,” tutupnya

Sementara Handeri pengawas proyek mengaku pihaknya tengah melakukan rehabilitasi lantai II dan lantai parkir di gedung A DPRD termasuk mengganti keramik kamar mandi. Terkait plang proyek yang disembunyikan di atas dan K3 ia tak bisa menjawabnya.

“Ini pekerjaan baru mulai, pertama rehab lantai 2 ganti keramik parkir. Kalau plang biar diatas aja,” kata Handeri (*)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

PPDB 2023, DPRD Bandarlampung Minta Disdik Kota Jangan Ada Siswa Titipan

Kabar Lampung

Lepas 823 Kontingen, Bandarlampung Targetkan Juara pada Event Porprov Lampung Ke-IX

Kabar Lampung

Anggota DPRD Kota Pebriani Piska Ikut Sambut Tim Kick Off The Rising Tide A Resonance 2023

Kabar Lampung

DKP Bandar Lampung Siapkan Skema Baru Tata Retribusi Perikanan Jaga PAD

Kabar Lampung

Miris !!! Kades Gedung Mulya Pungut Biaya PTSL Kepada Masyarakat Sebesar 2 Juta dan Kangkangi Peraturan Tiga Menteri

Kabar Lampung

Jelang Pemilu 2024, DPRD Bandarlampung Peringatkan ASN dan OPD Untuk Bersikap Netral

Kabar Lampung

Eva Dwiana Respons Keluhan Warga Belum Terima PIP dan KIP Kuliah

Kabar Lampung

Agus Djumadi Inisiasi Paguyuban Petani Tanaman Hias