BANDAR LAMPUNG – Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat kerja bersama seluruh kepala puskesmas untuk mengevaluasi layanan kesehatan tingkat pertama, Senin (24/02/2026).
Ketua Komisi IV, Asroni Paslah, menegaskan bahwa puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kualitas layanan dasar harus diperhatikan dari sisi tenaga medis, fasilitas, dan alokasi anggaran.
Tantangan Layanan Puskesmas
Dalam rapat terungkap sejumlah tantangan, antara lain:
Distribusi tenaga kesehatan yang belum merata
Keterbatasan alat medis
Kebutuhan perbaikan infrastruktur di beberapa puskesmas
Selain itu, program promotif dan preventif juga dinilai perlu diperkuat untuk menekan angka penyakit yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
Permintaan Pemetaan Kebutuhan Riil
Komisi IV meminta Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung melakukan pemetaan kebutuhan riil setiap puskesmas agar intervensi kebijakan dan alokasi anggaran lebih tepat sasaran.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh setengah hati. Masyarakat membutuhkan akses cepat, fasilitas memadai, dan tenaga medis yang profesional,” tegas Asroni Paslah.
Pengawasan Berkelanjutan DPRD
DPRD Kota Bandar Lampung memastikan akan melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap realisasi program kesehatan di seluruh puskesmas.
Melalui evaluasi ini, DPRD berharap pembenahan sektor kesehatan benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat, bukan sekadar agenda rutin.









