BANDAR LAMPUNG – Harapan ribuan calon jemaah umrah asal Kota Tapis Berseri untuk segera berangkat ke Tanah Suci harus tertunda. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung resmi menunda keberangkatan umrah menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko keamanan penerbangan sipil di kawasan terdampak konflik. Pemkot memilih bersikap preventif demi menjamin keselamatan warganya.
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa keputusan ini murni demi melindungi keselamatan jemaah.
“Ini soal keadaan. Kalau kondisinya sudah aman, maka jemaah akan segera berangkat,” tegas Eva dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Ia memastikan penundaan ini bersifat sementara. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta memantau perkembangan situasi geopolitik setiap saat.
Menurutnya, ibadah harus dilaksanakan dengan rasa aman dan tenang, bukan dalam kondisi penuh kekhawatiran.
Sejumlah maskapai internasional menghindari wilayah udara Timur Tengah yang sedang bergejolak guna mencegah potensi insiden atau gangguan navigasi.
Eskalasi konflik berpotensi menyebabkan penutupan bandara secara mendadak, sehingga berisiko menimbulkan keterlambatan panjang bahkan pembatalan penerbangan.
Kebijakan ini sejalan dengan imbauan pemerintah pusat agar keselamatan jemaah menjadi prioritas utama sebelum perjalanan ibadah dilaksanakan.
Meski mengecewakan, langkah ini dinilai sebagai keputusan paling bijak dalam situasi tidak menentu. Pemkot Bandar Lampung memastikan keberangkatan akan dijadwalkan ulang begitu kondisi kawasan Timur Tengah dinyatakan kondusif.
Bagi para calon jemaah, keselamatan adalah bagian dari ikhtiar dalam beribadah. Pemerintah menjanjikan “lampu hijau” akan segera diberikan begitu situasi keamanan memungkinkan.







