Home / Uncategorized

Selasa, 23 September 2025 - 21:53 WIB

441 Siswa Keracunan Makanan Bergizi Gratis, DPRD Bandar Lampung Desak Perbaikan Total Higienitas Dapur MBG

BANDAR LAMPUNG – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung memantik sorotan serius dari DPRD setempat. Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung langsung menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin (8/9/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi, dalam rapat itu membeberkan fakta bahwa terdapat 441 laporan siswa yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan program MBG. Dari hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), diketahui bahwa menu puyunghai yang dikonsumsi siswa positif mengandung bakteri Bacillus cereus.

“Bakteri ini menyebabkan diare dan keracunan dengan masa inkubasi sekitar 16 jam,” ungkap Muhtadi.

Baca Juga  Anggota DPRD Bandarlampung Rizaldi Adrian : Ideologi Pancasila Merupakan Landasan Filosofis dan Dasar Negara

Selain itu, tim juga memeriksa kualitas air dan menemukan adanya bakteri E. coli yang biasanya muncul akibat kontaminasi tinja manusia. Meski bukan faktor utama, keberadaan E. coli menjadi indikator lemahnya higienitas di dapur pengolahan MBG.

Lebih lanjut, investigasi lapangan menemukan berbagai pelanggaran standar kebersihan. Di antaranya, peralatan dapur yang tidak sesuai standar, bahan makanan yang diletakkan langsung di lantai tanpa alas, serta tempat pembuangan sampah yang dibiarkan terlalu dekat dengan area pengolahan makanan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap remeh. DPRD meminta Pemerintah Kota melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama pada aspek pengawasan dan standar operasional higienitas dapur.

Baca Juga  Pemkot Bandarlampung Lepas 300 Peserta Majelis Taklim Wisata Rohani ke Maajid Al-Jabar Bandung

“Program ini tujuannya mulia, yakni meningkatkan gizi anak-anak. Tapi kalau pelaksanaannya abai pada standar kebersihan, justru membahayakan nyawa siswa. Ini harus diperbaiki total,” tegas salah satu anggota dewan dalam rapat.

DPRD juga mendesak Dinas Kesehatan dan SPPG untuk melakukan monitoring berkala ke dapur-dapur penyedia MBG, memastikan seluruh proses pengolahan makanan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keamanan pangan.

Kasus ini menjadi evaluasi penting agar program Makanan Bergizi Gratis tidak hanya sekadar menyalurkan makanan, tetapi benar-benar menjamin keamanan, higienitas, dan kesehatan bagi seluruh penerima manfaat.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Anggota DPRD Bandarlampung Sulistiani: Pembinaan Ideologi Pancasila Untuk Hidupkan Kembali Nilai Pancasila

Uncategorized

DPRD Desak Penambahan Vaksin Anti Rabies, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Uncategorized

Bersama Wali Kota Bandar Lampung, Aliansi Masyarakat Tegaskan Komitmen Mengatasi Tantangan Bencana

Uncategorized

Legislator PDI-P Bilang Maaf-Memaafkan Adalah Implementasi Pengamalan Pancasila

Uncategorized

DPRD Bandar Lampung Hearing Izin Usaha Tempat Hiburan Karaoke

Uncategorized

Komisi III DPRD Bandar Lampung Bahas Penataan Infrastruktur Kabel Fiber Optik

Uncategorized

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Bandarlampung Reri Pambudi Tinjau Korban Banjir

Uncategorized

Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung Imbau Pengusaha Provider Internet Fiber Optik Gunakan Tiang Bersama