Home / Hukum & Kriminal

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 04:28 WIB

Dua Tahun Sudah Tak Ada KeJelasan , Kuasa Hukum TKBM Akan Ngadu ke Mabes Polri Terkait Dugaan Penggelapan Dana BPJS

BANDARLAMPUNG-(lintasindonesiaone.com)-Tim Kuasa Hukum Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang, kembali bersuara mempertanyakan kejelasan kasus dugaan penggelapan/korupsi dana BPJS Ketenaga Kerjaan, senilai Rp22, 4 Miliar yang telah ditangani oleh Polda Lampung.

Pasalnya, kasus tersebut sudah hampir dua tahun mandeg di penyidik Mapolda Lampung, tanpa ada kepastian hukumnya. Menurut juru bicara kuasa hukum Koperasi TKBM Panjang, Ali Akbar, sudah sewajarnya pihak ingin mengetahui sejauh mana proses penanganan kasus yang mereka laporkan pada 20 Agustus 2019 silam yang tertuang dalam STLP Nomor: STT/ /LP/1194/VIII/2019/SPKT tertanggal 20 Agustus 2019.

“Perkara ini sudah hampir dua tahun dan kami sudah dua kali menyurati Kapolda meminta audiensi. Surat audiansi ke Kapolda kami kirim per tanggal 8 Maret 2021, Kapolda Pak Endro Sujatmo. Demikian juga ke Dir Krimun, dua kali juga bersurat mempertanyakan kasus dugaan penggelapan/korupsi dana BPJS Ketenaga Kerjaan, senilai Rp22, 4 Miliar,” ujar Ali Akbar, saat saat menggelar jumpa Pers, di dampingi rekannya, di kantornya, Kamis (28/10).

“Kami ingin mengetahui sejauh mana perkara yang dilaporkan klienya. Kalau tidak terpenuhi unsur pidananya tolong beri kami kepastian hukum keluarkan surat SP3, sehingga kami bisa melangkah ke ranah hukum selanjutnya, kita lakukan gugatan ke PN Tanjung Karang. Namun sepengetahuan kami perkara ini sudah pernah ada titik terang, karena sudah pernah gelar perkara, semua saksi-saksi sudah diperiksa dan alat bukti pun penyidik sudah pegang, tunggu apa lagi,” tambah Ali.

Baca Juga  Diduga Tak Cukup Memiliki Modal , Pelaksana Proyek Mercusuar Bupati Winarti Terancam Molor

Oleh karena itu, sambung Ali pihaknya bersama tim kuasa hukum dan pihak organisasi buruh SPTI berencana akan melangkah ke Jakarta, mengadu ke Mabes Polri serta ke Komisi III DPR RI.

“Ya langkah kita selanjutnya, karena perkara ini kami lihat kayak mandeg, maka kita akan mengadu langsung ke Mabes Polri, menyurati Kementrian Maritim dan Investasi pak Luhut Binsar Panjaitan, termasuk Pak Presiden Joki Widodo, Kompolnas, Komnas Ham. Kalau Mabes Polri dan DPR RI kita coba audiensi dengan menyertakan data-data kita,” ucapnya.

Sementara, Ketua SPTI Ghojali menambahkan, pihaknya memang sudah sangat menunggu akan kepastian hukum akan kasus yang ditangani Polda Lampung. Karena pihak penyidik pun sudah pernah gelar perkara pemeriksaan saksi-saksi dan hasil audit internal dan eksternal koperasi TKBM. Artinya, dua alat bukti pidana sudah terpenuhi, kenapa tidak ada tindak lanjut untuk peningkatan kasus tersebut.

Baca Juga  Luar Biasa, Puluhan Miliar proyek Normalisasi Sungai di Mesuji tahun 2019 diduga menyimpang

“Tim kuasa hukum datang langsung nanya kasus ini Ke Polda sudah pernah, berkirim surat sudah, harapannya ada pendelegasian/pelimpahan kelana tim PH bertanya, karena dengan Dir Krimum pun sudah, tapi tidak ada respons. Karenanya, tim kuasa hukum berencana bertanding ke Jakarta mengadu, mengeluh dan berharap ada solusi akan kasus yang di laporkan,” jelasnya.

Namun demikian, tim kuasa hukum Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang masih berharap banyak kepada pihak penyidik Polda Lampung, agar meningkatkan kasus tersebut sehingga ada titik terang pidananya.

“Yang jelas kami coba komunikasi dengan pihak polda, apa lagi yang ditunggu, segera tingkatkan dan tetapkan tersangka dan lakukan pelimpahan, sehingga rasa sakit para kawan-kawan buruh terobati, ada titik terang dalam kasus dugaan penggelap uang mereka,” tandasnya(jal)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Miris !!! Kades Gedung Mulya Pungut Biaya PTSL Kepada Masyarakat Sebesar 2 Juta dan Kangkangi Peraturan Tiga Menteri

Hukum & Kriminal

Dugaan korupsi Pekerjaan Infrastruktur Pembangunan Jalan Rigid Beton di kampus ITTERA Kabupaten Lampung Selatan,. GERAM Segera Lapor Ke KPK

Hukum & Kriminal

Pemeriksaan Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) Di Laboratorium Diduga Di Korupsi

Hukum & Kriminal

Tiga Tahun Mandek, 22 Petani di Way Kanan Berharap Polda Lampung Lanjutkan Kasus Perusakan Lahan

Hukum & Kriminal

Rapat Dengar Pendapat Berakhir Deadlock ; A. Faanzir Zarami Kami Akan Layangkan Surat ke Satgas Mafia Tanah,BPN RI dan Ke Presiden Jokowi

Hukum & Kriminal

Satu Tahun Kasus Penembakan Nelayan di Way Ratai Tak Kunjung ke Meja Hijau, Forwakum Minta Polda Tuntaskan 

Hukum & Kriminal

Luar Biasa Dana 500 Juta Untuk Amankan Aset di Kota Baru Jati Agung Diduga ‘Menguap’, Banyak Gedung Rusak dan Lahan Dikomersilkan

Kabar Lampung

Unit Reskrim Polsek Simpang Pematang Berhasil Bekuk Spesialis Tabung Gas LPG