Home / Kabar Lampung

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:06 WIB

Provinsi Lampung Pacu Aktivitas Ekonomi Melalui Rute Penerbangan Internasional Lampung – Kuala Lumpur

Lintasindonesiaone.com – Lampung kembali mengukuhkan diri sebagai gerbang internasional. Mulai 12 Februari 2026, Maskapai TransNusa akan melayani penerbangan perdana rute Lampung–Malaysia, menandai langkah konkret agar status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional tidak kembali terdegradasi, sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, pembukaan rute ini bukan sekadar pembukaan jalur udara, tetapi strategi menghadirkan akses yang lebih mudah, murah, dan efisien bagi warga Lampung.

“Kalau bandara internasional tidak digunakan, risikonya bisa turun lagi. Karena itu penerbangan ini harus hidup, harus dipakai masyarakat. Dampaknya langsung: warga tidak perlu lagi ke Jakarta atau Medan,” kata Bambang.

TransNusa dijadwalkan membuka penerbangan reguler setiap Senin dan Kamis untuk rute Lampung–Kuala Lumpur, sekaligus melayani rute domestik Lampung–Jakarta. Dari Kuala Lumpur, penumpang juga dapat melanjutkan connecting flight ke Jeddah.

Baca Juga  KWRI Bandarlampung Kecam Tindakan Pengawal Bupati Lampung Selatan Ajak Wartawan Berkelahi

Menurut Bambang, sektor jamaah umrah menjadi salah satu penerima manfaat terbesar. Dari Lampung, tercatat sekitar 24 ribu perjalanan umrah, yang selama ini harus melalui jalur darat dan udara berlapis.

“Sekarang jalurnya lebih singkat. Ini menghemat waktu, tenaga, dan biaya masyarakat. Bandara internasional harus terasa manfaatnya di kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Untuk memastikan rute ini berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan kunjungan ke Malaysia yang dirancang sebagai misi pembangunan, bukan perjalanan seremonial. Agenda meliputi promosi pariwisata Lampung, penjajakan kerja sama perdagangan, hingga penguatan layanan bagi pekerja migran asal Lampung.

“Kami sudah berkomunikasi dengan para migran di Malaysia. Banyak yang ingin pulang langsung ke Lampung tanpa transit Jakarta. Ini soal kemudahan dan martabat warga,” ungkap Bambang.

Baca Juga  Pemkot Kembali Gelar Bandar Lampung Expo Pada 12-19 Juli

Pemprov Lampung juga menjadwalkan pertemuan dan diskusi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta mitra strategis di Malaysia, termasuk pelaku usaha dan asosiasi perjalanan.

Sejumlah asosiasi seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), dan Perkumpulan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Indonesia (PPUI), serta para travel agent menyatakan minat terlibat, baik untuk paket wisata, umrah, maupun kerja sama bisnis lintas negara.

Bambang menegaskan, dukungan luas masyarakat menjadi kunci agar penerbangan ini berkelanjutan dan status internasional bandara benar-benar terkunci.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau maskapai. Kalau penerbangan ini diisi dan dimanfaatkan, maka Bandara Radin Inten II akan tetap menjadi bandara internasional yang hidup,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Penataan Parkir di BRI Raden Intan Diminta Segera Diselesaikan

Kabar Lampung

Damkarmat Bandarlampung Evakuasi 144 Kasus Penyelamatan Hewan Selama Periode Januari-16 Maret 2025

Kabar Lampung

Sebanyak 34 Orang kordinator Perwakilan Buruh Bongkar Muat Rapat Dengan Koprasi TKBM Terkait Keseragaman Tarif Upah Buruh

Kabar Lampung

Anggota DPRD Bandar Lampung, Dedi Yuginta Dorong Semua Pihak Ambil Peran Atasi Banjir

Kabar Lampung

Ajukan Surat Resmi, YBIL Minta ke BPN untuk Tidak Terbitkan Sertifikat Lahan Seluas 157 Hektar Berstatus Sengketa

Kabar Lampung

Bangun Sportivitas Dalam Rektor Cup 2022 Sekalian Perkenalkan Fasilitas Kampus

Kabar Lampung

Komisi I DPRD Bandar Lampung Panggil Manajemen Swiss-Belhotel soal Balita Tenggelam

Kabar Lampung

Gema Masyrakat Lokal Peringati HUT Yang Ke – 3