WAY KANAN – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri di wilayah tengah Sumatera melalui penguatan infrastruktur, hilirisasi pertanian, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 di Gedung Serba Guna Kompleks Perkantoran Pemkab Way Kanan, Selasa (10/3/2026).
Jihan mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama Way Kanan yang perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Way Kanan pada 2025 tercatat mencapai 5,34 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung maupun nasional. Capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Menurut Jihan, kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberikan dukungan pembangunan yang lebih besar kepada Way Kanan, terutama dalam memperkuat konektivitas wilayah dan produktivitas ekonomi.
Salah satu dukungan strategis yang diberikan adalah alokasi anggaran sebesar Rp178,5 miliar pada 2026 untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Way Kanan. Melalui program tersebut, tingkat kemantapan ruas jalan provinsi di wilayah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 67,10 persen pada akhir tahun 2026.
Peningkatan kualitas infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses ekonomi masyarakat, serta memperkuat hubungan antarwilayah.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian melalui program Desaku Maju. Di Way Kanan, program tersebut diarahkan pada pengembangan ekosistem pengolahan hasil pertanian di 57 desa.
Jihan menjelaskan, pemerintah menyiapkan berbagai instrumen pendukung seperti mesin pengering hasil pertanian dan Rice Milling Unit (RMU) yang dikelola dengan melibatkan masyarakat lokal.
“Melalui hilirisasi ini, nilai tambah produk pertanian tidak hanya berhenti pada hasil produksi, tetapi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, integritas aparatur menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Kita menjalankan roda pemerintahan dalam ruang yang terbuka. Semua pekerjaan dapat dilihat dan diawasi masyarakat. Karena itu, kolaborasi harus berjalan bersama integritas,” tegasnya.
Dalam arah pembangunan ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan Way Kanan berkembang sebagai superhub agroindustri jalur tengah Sumatera, dengan mengoptimalkan potensi pertanian, infrastruktur, dan sumber daya manusia.
Melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dunia usaha, dan masyarakat, pembangunan Way Kanan diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.









