BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat sistem pengamanan wilayah melalui patroli gabungan untuk mencegah aksi tawuran, geng motor, dan potensi gangguan ketertiban masyarakat.
Peningkatan patroli dilakukan menyusul terjadinya bentrokan antarkelompok di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, yang mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) dini hari.
Melalui Satgas Kontingensi, sebanyak 28 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Tim tersebut melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, serta unsur TNI dan Polri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan patroli yang selama ini berjalan akan ditingkatkan intensitasnya, terutama pada waktu-waktu rawan terjadinya gangguan keamanan.
“Beberapa titik yang sering menjadi lokasi tawuran telah dipetakan, seperti kawasan Jalan Bypass dekat Bagas Raya dan wilayah Bumi Waras di Jalan Malahayati,” ujar Anthoni.
Patroli gabungan tidak hanya berfokus pada pemantauan wilayah, tetapi juga mencakup koordinasi dengan aparatur kelurahan, kecamatan, serta pihak sekolah untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi tawuran pelajar maupun aktivitas kelompok yang meresahkan masyarakat.
Personel gabungan akan melakukan pengawasan pada malam hingga dini hari, terutama mulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh, yang menjadi waktu rawan terjadinya aksi gangguan keamanan.
Selain menjaga ketertiban umum, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Dengan penguatan patroli dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap kondisi keamanan di seluruh wilayah kota tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman.






