Bandarlampung (lintasindonesiaone.com) – Sebanyak 33 mobil brand jenis Jeep, berjejer disepanjang jalan Ahmad Yani, Enggal Bandarlampung. Kamis (21/9/2023).
Kendaraan tua yang memiliki nilai sejarah dari peninggalan PD II itu, secara beriringan, siap berangkat untuk ikuti pekan Jambore Nasional American Jeep ke XI yang diadakan Persatuan Penggemar American Jeep Indonesia (PPAJI) pada 22 hingga 24 September 2023 nanti di Sariater Campervan Park, Subang, Jawa Barat.
Ketua Harian Willys Lampung Community (WLC) Hendry K. Yuza mengatakan, keberangkatannya selain dalam rangka mengikuti acara Jambore Nasional ke XI di Sariater Jawa Barat, juga untuk mempererat persaudaraan sesama mobil antik Willys.
“Ya, kegiatan Jamnas nanti kita juga akan mengenakan budaya Lampung, pariwisata Lampung termasuk kharisma Jeep perang ini, kami berangkat Kamis sore kembali ke Bandarampung tanggal 25 September 2023,” Kata Hendry.
Hendry menambahkan, sebanyak 33 unit mobil eks perang Jeep Willys dengan masing-masing 2 orang.
“Yang melepas keberangkatan kami Pak Herman HN tokoh masyarakat Lampung, 50 persen mobil Jeep Willys ini orisinil semua, setelah sampai Subang kita langsung mengikuti rundown daripada giat tersebut dan giat wisata, kedepannya Jeep Willys nanti bisa seperti di gunung merapi untuk membantu pariwisata di kota Bandarlampung,” jelas Hendry.
Sementara itu, Ketua DPW NasDem Lampung Herman HN, yang melepas keberangkatan ke 33 eks mobil perang Willys Lampung Comunity (WLC) tersebut, meminta semua jajaran WLC untuk berhati-hati dalam perjalanan.
“Apalagi bawa keluarga anak istri yang mengikuti acara Jamnas jangan ngebut-ngebut ikuti peraturan lalulintas agar sampai tujuan,” kata mantan Walikota Bandarlampung.
Lanjut Herman HN, mudah-mudahan anggota Willys Lampung Comunity pergi sehat, pulang sehat sampai di Bandarlampung.
“berangkat dari Bandarlampung Kamis sore, Minggu malam sudah sampai kembali, keberangkatan anggota WLC bukan hanya sekedar mengikuti Jamnas tapi membawa visi untuk mengenalkan budaya Lampung dan pariwisata Lampung,” kata Herman HN. (*)









