Bandarlampung, (lintasindonesiaone.com) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Workshop Pendidikan pemanfaatan Penggunaan Merdeka Mengajar (PMM) dan Akun belajar.id, yang diikuti oleh 130 Kepala Sekolah se Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengedukasi Kepala Sekolah serta Guru agar mengetahui pentingnya Merdeka Belajar yang bukan hanya sekedar aplikasi, platform itu juga turut membantu para guru untuk mengembangkan dirinya secara mandiri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pringsewu , Budi Heryanto mengatakan, platform Merdeka Mengajar adalah aplikasi yang dirancang untuk memudahkan para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
“Penerapan PMM kita di Pringsewu sudah semua, sedangkan presentasi nya sudah 80%, karena banyak guru-guru yang sudah berumur,” ucap Budi Heryanto, usai sambuatan kegiatan Workshop Pendidikan pemanfaatan Penggunaan Merdeka Mengajar (PMM) dan Akun belajar.id, di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (21/11/2022).
Pada saat yang sama, Plt. Direktur SMP , I Nyoman Rudi Kurniawan mengatakan, dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka Mengajar, selain enam cara yang disampaikan oleh Kapoksi DPR RI Komisi X Fraksi PKB pada saat sambutan nya, dirinya juga memberikan lima cara yaitu Webinar, melaui hardes, berbagi praktek baik, mengundang narasumber dan juga komunitas belajar.
“Jadi bagi daerah yang belum memiliki akses bisa menggunakan lima cara tersebut,” ujar Nyoman.
Lanjutnya, untuk mendukung kemudahan belajar mengajar sekolah, Kemendikbud memberikan bantuan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke sekolah diseluruh indonesia.
“untuk memenuhi peralatan TIK, masing-masing sekolah mendapatkan 15 Laptop, 1 LCD dan peralatan lain,” terang Nyoman.
Ditempat yang sama, Kapoksi DPR RI Komisi X Fraksi PKB, Muhammad Kadafi menyampaikan, Kemendikbud sangat mendorong kemudahan belajar siswa baik dikelas maupun diluar sekolah, sehingga meningkatkan pengembangan hard skill dan soft skill mereka.
“kita berharap kita mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, jadinya dipusat sampai daerah itu kualitas pendidikannya bisa meningkat secara bersama,” Kata Khadafi.
Menurutnya, hal tersebut tantangan bersama semua pihak, dimana guru-guru sekarang harus tahu apa yanh harus mereka siapkan untuk anak-anak nanti disaat mereka terjun kemasyarakat.
“kita mengharapkan semakin banyak guru-guru di provinsi Lampung menjadi guru penggerak, karena ini merupakan program yg dapat mendorong kualitas pendidikan yg ada di provinsi Lampung,” tandas Khadafi. (ido)






