BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui penambahan 31 unit kendaraan operasional bagi seluruh puskesmas di wilayah kota. Penambahan armada tersebut ditujukan untuk meningkatkan mobilitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan menjangkau masyarakat.
Penyerahan kendaraan operasional berupa mobil Avanza Tipe G dilakukan di halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (8/5/2026), dan diberikan kepada masing-masing kepala puskesmas sebagai pendukung kegiatan pelayanan serta koordinasi lapangan.
Dengan adanya kendaraan operasional khusus, aktivitas puskesmas diharapkan semakin optimal, terutama dalam kegiatan kunjungan lapangan, pemantauan kesehatan masyarakat, percepatan penanganan program prioritas seperti stunting, Tuberkulosis (TBC), dan HIV, hingga koordinasi pelayanan antarwilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan selama ini kepala puskesmas masih menggunakan kendaraan ambulans maupun mobil puskesmas keliling (Pusling) untuk sejumlah kegiatan koordinasi.
“Dengan adanya mobil operasional khusus ini, layanan Pusling dan ambulans tidak akan terganggu lagi. Kepala Puskesmas bisa lebih leluasa turun ke lapangan untuk percepatan penanganan berbagai program kesehatan,” ujar Muhtadi.
Ia menjelaskan, pengadaan 31 unit kendaraan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp2,7 miliar dengan skema sewa selama satu tahun. Melalui mekanisme tersebut, biaya perawatan dan servis kendaraan menjadi tanggung jawab pihak penyedia, sehingga pemerintah daerah dapat lebih efisien dalam pengelolaan operasional.
“Pemerintah hanya menanggung biaya bahan bakar. Sistem ini dipilih agar kendaraan dapat selalu dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Selain mendukung mobilitas petugas, armada baru tersebut juga diharapkan memperkuat konsep pelayanan kesehatan yang lebih aktif melalui pendekatan jemput bola, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan secara lebih cepat dan merata.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap penguatan sarana operasional ini mampu meningkatkan efektivitas kerja puskesmas serta mendukung pencapaian berbagai target pembangunan kesehatan, termasuk pengendalian penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.










