Home / Kabar Lampung

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:45 WIB

Serap Pemuda Lokal, Kehadiran Viper Dapat Dukungan Warga Sukaraja

BANDAR LAMPUNG – Manajemen Viper Cafe, Bar, dan Resto akhirnya angkat bicara secara menyeluruh terkait hiruk-pikuk keluhan polusi suara yang sempat mencuat di tengah masyarakat.

Melalui juru bicara External Corporate, Syech Hud Ismail, SH., pihak manajemen menegaskan tidak menafikan keluhan tersebut dan menjadikannya sebagai evaluasi mendalam demi kepatuhan regulasi di lapangan.

Sebagai langkah konkret, mediasi intensif bertajuk duduk satu meja telah digelar bersama jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, mulai dari Camat Bumi Waras, Dinas Satpol PP, Lurah Sukaraja, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga pamong RT setempat pada pertengahan Mei lalu.

Bukti keseriusan manajemen dibuktikan melalui aksi turun lapangan bersama pada jam rawan (pukul 24.00 hingga 01.30 WIB). Camat dan Lurah mengawal langsung penataan ulang (reset) output audio Viper hingga ke area kontrol utama. Tak berhenti di situ, pada 17 Mei 2026, jajaran teras Pemkot Bandar Lampung yang terdiri dari Asisten I, Kadis Perizinan, Kadis Perkim, dan Kasatpol PP kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) langsung ke pemukiman warga guna memastikan efektivitas peredam suara.

Baca Juga  Anggota DPRD Bandar Lampung Yuhadi Ajak Warga Perbanyak Syukur dan Sedekah di Bulan Ramadhan

“Kami sedang merampungkan pembangunan dinding sekat pembatas baru. Kami memohon maaf dan meminta kebijaksanaan warga selama proses penyempurnaan teknis ini berjalan,” ungkap Syech Hud Ismail.

Puncaknya pada sidak lanjutan, Senin (25/5/2026), perwakilan warga yang sebelumnya melayangkan keberatan, dihadirkan langsung bersama tim gabungan Pemkot di lokasi terdampak. Saat volume audio disesuaikan dengan formula baru, warga bersangkutan menyatakan langsung bahwa situasi kini sudah jauh lebih kondusif. “Baru merasa nyaman malam ini, bahkan saya sudah bisa tidur,” tiru manajemen dari pernyataan warga malam itu.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dengan Penambahan Armada dan Kontainer TPS

Meski situasi di lapangan mulai mendingin, pihak Viper menyayangkan masih adanya gempuran pemberitaan miring dari pihak-pihak luar. Manajemen menegaskan bahwa sebagai pelaku usaha yang taat hukum dan telah melengkapi dokumen persyaratan sesuai regulasi, mereka juga memiliki hak yang sama atas kepastian hukum dan keberlangsungan usaha.

Di sisi lain, Ketua RT 017 Sukaraja mengonfirmasi bahwa mayoritas warga sebenarnya tidak mempermasalahkan operasional Viper. Hal ini dikarenakan kehadiran tempat usaha tersebut telah memberikan dampak ekonomi nyata dengan memberdayakan dan menyerap pemuda lingkungan sekitar sebagai pekerja.

“Tujuan kami adalah maju bersama. Kami ingin usaha berjalan lancar, regulasi pemerintah terpenuhi, dan di sisi lain, ekonomi warga sekitar bisa ikut bangkit,” pungkas Hud Ismail penuh optimisme.(rls/nda)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Adanya Peningkatan Kunjungan Wisman, Kantor Imigrasi Krui Akan di Bangun

Kabar Lampung

Di Hari Kesehatan Mental Sedunia, Mak Ganjar Bicara Pentingnya Dukungan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas

Kabar Lampung

Aliansi LSM Gamapela dan Forum Wartawan Peduli Sosial Berencana Gelar Baksos untuk Warga Tidak Mampu

Kabar Lampung

Milad Ke-6 Tahun, Yayasan Asman’i Rahman Gelar Bhakti Sosial Donor Darah dan Khitanan

Kabar Lampung

Eks Laskar Rakyat Pejuang 45 Dukung Kepolisian Ciptakan Pemilu 2024 Kondusif

Kabar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Alat Bantu untuk Lansia dan Warga Sakit di Kedamaian

Kabar Lampung

Kirim 2 Siswa, Kepsek SMK PGRI 1 Semaka Optimis Raih Juara Olimpiade Tingkat Nasional

Kabar Lampung

Patut Di Contoh,. Tiga Ormas Ini Berikan Bantuan Pada Korban Kebakaran