Home / Kabar Lampung

Senin, 20 November 2023 - 15:30 WIB

Produk Pakan Ikan Rendah Karbon Pertama di Indonesia dari Balai Riset Budidaya Ikan Hias

Depok (lintasindonesiaone.com) – Dunia menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk bumi yang mencapai 7,9 milyar orang. Perikanan budidaya menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam menyediakan sumber protein tersebut.

Namun, sektor ini juga menghadapi kendala utama, yaitu ketersediaan bahan baku pakan ikan yang berkualitas, cukup, dan murah. Hal itu disampaikan oleh Dr. Nina Meilisza, M.Si. Instruktur Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin 20/11/2023 di Depok.

Di sisi lain, jumlah sampah organik yang dihasilkan oleh aktivitas manusia terus bertambah dan mencapai 170.000 ton per hari di Indonesia, sekitar 40% dari jumlah itu adalah sisa makanan yang tidak terpakai atau terbuang. Sampah organik ini dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Untuk mengatasi dua masalah besar ini, Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) mengembangkan sebuah solusi inovatif, yaitu Teknologi Biokonversi. Teknologi ini memanfaatkan larva dari serangga Black Soldier Fly (Hermetia illucens) yang dapat mengubah sampah organik menjadi nutrisi baru yang disebut MAGOT. MAGOT ini memiliki kandungan protein tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan.

Baca Juga  Surya, Ketua Koperasi Marsuki Ragil Teken MoU Kerja Sama Program MBG pada Pengukuhan APPMBGI Lampung

BRBIH membangun Miniplant of Low Carbon Feed Indonesia. Kepala BRBIH, Dr. Joni Haryadi, mengatakan bahwa produk yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah LoCa Feed. LoCa Feed adalah produk pakan ikan yang ramah lingkungan, karena proses produksinya membatasi emisi karbon dari pengolahan, transportasi, pengemasan, hingga pembuangan limbah.

Produk ini juga sejalan dengan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menerapkan Blue Economy dan mendukung implementasi ASEAN Blue Economy Framework yang telah resmi diadopsi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta bulan September 2023.

BRBIH adalah pelopor dan perintis pengembangan teknologi biokonversi magot menggunakan sisa makanan organik di Indonesia. Dalam kegiatan ini, juga hadir tim dari BRBIH Dr. Melta Rini Fahmi menyampaikan BRBIH telah berkolaborasi dengan berbagai hotel dan restoran untuk mendapatkan sisa makanan organik sebagai media budidaya magot.

Baca Juga  Konfirmasi Soal Pekerja Tewas Kecelakaan Kerja, KTT CV. Budhi Wirya Lecehkan Jurnalis 

Hal itu juga turut membantu penanganan sampah organik di masyarakat. Setiap hari, tim Facility Care BRBIH mengambil sisa makanan organik dari berbagai hotel dan restoran menggunakan MagCar, sebuah kendaraan khusus yang dirancang untuk mengangkut sampah organik ke Smart Magot Center. Sampah organik tersebut diolah dan dikonversi dengan menggunakan magot sehingga menghasilkan berbagai produk turunan yang bernilai tambah.

Beberapa produk turunan LoCa Feed adalah LoCaPelet, LoCaPowder, LoCaGranul, dan LoCaDried yang dapat digunakan sebagai pakan ikan, unggas, dan hewan ternak. Selain itu, ada juga produk samping bekas budidaya magot (LoCaSoil) yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Dengan adanya berbagai produk ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sumber protein pakan yang berkualitas, murah, dan ramah lingkungan. (*)

Share :

Baca Juga

Kabar Lampung

Sensus Ekonomi 2026 Bandar Lampung Data 421 Ribu Rumah Tangga dan Pelaku Usaha untuk Dasar Kebijakan Pembangunan

Kabar Lampung

Deklarasi Relawan PRABU Lampung Akan Hadirkan Prabowo Subianto, Budiman Sudjatmiko dan Para Tokoh Politik

Kabar Lampung

Kelas Memasak Mak Ganjar Beri Pengalaman Kepada Warga di Lampung

Kabar Lampung

Society 5.0 di Harapkan Bisa Jadi Pendorong Bagi Pendidikan Generasi Indonesia Mendatang

Kabar Lampung

Jelang Pemilu 2024, DPRD Bandarlampung Peringatkan ASN dan OPD Untuk Bersikap Netral

Kabar Lampung

Sidik Efendi Gelar Sosialisasi Pembinaan IP-WK di Kelurahan Campang Jaya

Kabar Lampung

Dinas PU Bandarlampung Bakal Ganti Material Keramik di Sejumlah Trotoar dengan Granit

Kabar Lampung

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Tegaskan THR Wajib Dibayar Tepat Waktu