BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menjalankan uji coba program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk siswa SMP Negeri sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan dan meringankan beban biaya orang tua.
Pada tahap awal pelaksanaan, program tersebut menyasar seluruh siswa SMP Negeri di Kota Bandar Lampung dengan nilai bantuan sebesar Rp300 ribu per siswa per tahun. Dana disalurkan melalui sekolah dan dikelola sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, mengatakan Bosda dirancang untuk mendukung kebutuhan pendidikan siswa sekaligus menunjang kelancaran proses pembelajaran di sekolah.
“Program ini kami coba terlebih dahulu untuk siswa SMP. Harapannya dapat membantu kebutuhan pendidikan anak-anak dan meringankan beban orang tua,” ujar Ramdhan, Selasa (2/6/2026).
Dalam mekanisme penyalurannya, dana Bosda diberikan secara bertahap setiap triwulan dengan perhitungan menyesuaikan jumlah siswa yang terdaftar di masing-masing sekolah. Pengelolaannya mengacu pada sistem administrasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pemerintah pusat.
Dana tersebut tidak diberikan langsung kepada siswa dalam bentuk tunai, melainkan digunakan oleh sekolah untuk kebutuhan pendidikan sesuai aturan yang berlaku.
Untuk menjaga transparansi dan ketepatan penggunaan anggaran, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyiapkan regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali). Aturan tersebut mengatur penggunaan dana yang diperbolehkan maupun yang tidak diperkenankan.
Dinas Pendidikan juga akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan program agar manfaat Bosda benar-benar dirasakan oleh siswa dan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Program Bosda menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas dukungan terhadap sektor pendidikan, khususnya dalam membantu kebutuhan belajar siswa dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih optimal.
Ke depan, pelaksanaan program ini akan dievaluasi untuk melihat efektivitas dan manfaatnya. Jika berjalan baik, cakupan bantuan pendidikan tersebut berpeluang diperluas ke jenjang sekolah lainnya.







