Home / Uncategorized

Rabu, 30 April 2025 - 15:54 WIB

Mantan Aktivis Era Reformasi Tanggapi Isu Negative Demonstrasi Penanganan Banjir

BANDARLAMPUNG-Mantan aktivis mahasiswa era reformasi dan juga mantan ketua KNPI Kota Bandar Lampung M. irfandi mengungkapkan keprihatinannya terhadap tren demonstrasi yang belakangan ini dinilainya kehilangan arah dan etika.

 

Hal itu di sampaikan Andi dalam aksi damai mensikapi isu negative penanganan banjir.
M. irfandi menyampaikan bahwa demonstrasi merupakan hak demokratis, namun tetap harus dilakukan dengan cara yang bermartabat dan bertanggung jawab.

“Demonstrasi adalah instrumen penting dalam perjuangan sipil, tapi ketika berubah menjadi aksi anarkis, berkata kasar, merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban, maka pesan moralnya justru hilang,” ujar irfandi Rabu 30 April 2025.

Ia mencontohkan beberapa aksi baru-baru ini di mana 8 Pendemo berkata kasar dan melakukan kekerasan verbal kepada petugas yang hanya menjaga aset negara.

 

Menurutnya, perbedaan pandangan politik dan sosial harus disampaikan secara konstruktif. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman etika berdemonstrasi yang sehat.

“Harusnya tangkap itu dalang yang memprovokasi mereka. Jangan jadikan bencana alam untuk alat politik dalam menjatuhkan walikota. Kami dulu turun ke jalan membawa nilai dan harapan, bukan sekadar amarah dan kepentingan politik,” tambahnya

Dalam aksi damai yang di lakukan di depan kantor kelurahan pesawahan, sebagai buntuk dukungan masyarakat atas upaya pemerintah kota bandar lampung dalam pencegahan dan penaganan bencana banjir.

Baca Juga  Pemkot Bandarlampung Perbaiki Infrastruktur di Beberapa Kecamatan untuk Tangani Banjir

“kami bukan aparat kelurahan. Kami adalah rakyat yang dulu terkena banjir, kami tidak dibayar. Kami tidak terima atas ucapan 8 pendemo yang menyebutkan. Pemerintah Kota tidak bekerja,”tutup irfandi.LAMPUNGONE. CO, BANDARLAMPUNG-Mantan aktivis mahasiswa era reformasi dan juga mantan ketua KNPI Kota Bandar Lampung M. irfandi mengungkapkan keprihatinannya terhadap tren demonstrasi yang belakangan ini dinilainya kehilangan arah dan etika.

 

Hal itu di sampaikan Andi dalam aksi damai mensikapi isu negative penanganan banjir.
M. irfandi menyampaikan bahwa demonstrasi merupakan hak demokratis, namun tetap harus dilakukan dengan cara yang bermartabat dan bertanggung jawab.

 

“Demonstrasi adalah instrumen penting dalam perjuangan sipil, tapi ketika berubah menjadi aksi anarkis, berkata kasar, merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban, maka pesan moralnya justru hilang,” ujar irfandi Rabu 30 April 2025.

Baca Juga  Eva Dwiana-Deddy Amarullah Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara

Ia mencontohkan beberapa aksi baru-baru ini di mana 8 Pendemo berkata kasar dan melakukan kekerasan verbal kepada petugas yang hanya menjaga aset negara.

Menurutnya, perbedaan pandangan politik dan sosial harus disampaikan secara konstruktif. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman etika berdemonstrasi yang sehat.

“Harusnya tangkap itu dalang yang memprovokasi mereka. Jangan jadikan bencana alam untuk alat politik dalam menjatuhkan walikota. Kami dulu turun ke jalan membawa nilai dan harapan, bukan sekadar amarah dan kepentingan politik,” tambahnya

Dalam aksi damai yang di lakukan di depan kantor kelurahan pesawahan, sebagai buntuk dukungan masyarakat atas upaya pemerintah kota bandar lampung dalam pencegahan dan penaganan bencana banjir.

“kami bukan aparat kelurahan. Kami adalah rakyat yang dulu terkena banjir, kami tidak dibayar. Kami tidak terima atas ucapan 8 pendemo yang menyebutkan. Pemerintah Kota tidak bekerja,”tutup irfandi.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Tanggulagi Bencana, BPBD Bandar Lampung Siagakan Satu Pleton Anggotan dan Petugas Patroli

Uncategorized

Bamperperda DPRD Balam Gelar Rapat Konsepsi Raperda

Uncategorized

MTSN 1 Sarolangun Raih Juara Umum, Ahmad Fauzi Ucapkan Syukur

Uncategorized

DPRD Kota Bandar Lampung Bahas Strategi Pengelolaan Limbah Medis Berbahaya

Uncategorized

DPRD Bandarlampung Gelar Paripurna Istimewa Penetapan Eva Dwiana dan Dedy Amarullah sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung

Uncategorized

DPRD Bandar Lampung: Program Makan Bergizi Gratis Butuh Rp54 Miliar untuk 60 Dapur Umum

Uncategorized

Reri Pambudi: Kesaktian Pancasila Terlihat dari Nilai – Nilai yang Terkandung Dalam Setiap Sila

Uncategorized

DPRD Ancam Pangkas Anggaran Dinas PU Bandar Lampung 2026